Netizen mengeluh app tamasia yang memaksa Anda untuk menjual emas dengan harga tertentu menukarkan 800.000 rupiah per gram.

Lantas bagaimana tanggapan OJK terhadap pertanyaan ini? Baca selengkapnya di artikel My Financial berikut ini.

Satgas OJK mengidentifikasi Tamasia sebagai aplikasi palsu

Satgas Waspada Investasi ketiga, Tongam L. Tobing mengatakan, pihaknya menghentikan operasional toko emas digital Tamasia sejak 2018.

Namun, PT Tamasia Global Syariah masih aktif merekrut klien hingga mengalami masalah baru-baru ini.

“Tamasia dibubarkan Satgas Waspada Investasi pada Oktober 2018,” kata Tongam, Rabu (18/01/2023).

Tongam juga mengatakan bahwa Tamasia diminta untuk mengajukan izin ke Bappebti.

Namun, hingga kini nama PT Tamasia Global Syariah belum muncul dalam daftar 5 perusahaan pemegang izin perdagangan emas digital di laman Bappebti per Selasa (17/2/2020).

“Kalau tidak ada izin dan mereka melakukan kegiatan, maka dianggap ilegal,” imbuhnya.

Terkait hal itu, Tongam meminta masyarakat yang tidak senang dengan masalah ini untuk segera melaporkannya ke polisi. Dia juga mendesak para korban untuk pergi ke pengadilan.

Harga emas di aplikasi Tamasia di bawah ini

Pengguna aplikasi jual beli emas digital Tamasia mengeluh bahwa aplikasi tersebut tidak tersedia sejak awal 2023.

Apalagi pengguna juga terpaksa menjual emas dengan harga tertentu menukarkan 800.000 rupiah per gram. Harga tersebut tentunya jauh dari harga emas di website Antam.

Pada kesempatan tersebut, Tamasia membuat pernyataan di akun Instagram resminya bahwa mereka akan mengubah model bisnis perusahaan.

Mengutip akun Instagram resmi @tamasia_id, Tamasia mengunggah pernyataan dan permintaan maaf resmi pada Selasa (17/1/2023).

“Dengan postingan ini, Tamasia ingin meminta maaf atas kekecewaan para pengguna Tamasia. Percayalah, kami melakukan yang terbaik untuk Tamasyan. Kami tetap ada dan hadir, dan pastikan tetap bersama Tamasyan, jika ada kendala atau butuh bantuan, jangan ragu untuk menghubungi CS di bit.ly/CSTamasia,” tulisnya.

Kemudian per tanggal 19 Januari 2023 pukul 13.00 WIB harga menukarkan di aplikasi Tamasia naik menjadi Rp 820.000 per gram.

Namun, harganya menukarkan masih jauh dari harga patokan menukarkan Antam berada di kisaran Rp 928.000 per gram atau selisih Rp 108.000. Sementara harga beli emas saat ini sekitar Rp 900.604 per gram.

[Baca Juga: Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Investasi Emas Digital]

Keluhan warga terkait pernyataan Tamasia

Adapun aplikasi Tamasia, yang tidak tersedia sejak awal tahun, pengguna telah mengeluhkan aplikasi tersebut di jejaring sosial Twitter.

Seorang netizen dengan akun @adrsbg mengunggah tweet jika harga jual atau menukarkan hanya di level 800.000 rupiah.

Akun Twitter tersebut juga membagikan bahwa Tamasia akan berubah menjadi pembelian logam mulia/tamazgold/emas fisik melalui media. on line.

Pengguna yang masih memiliki saldo di akun aplikasi Tamasia selanjutnya diharapkan segera menyelesaikan proses penjualan emas paling lambat 15 Februari 2023.

Akun @m_alqolbi kemudian mengimbau pengguna aplikasi Tamasia untuk segera menjual asetnya karena OJK dan Bappebti tidak lagi mengontrol aplikasi tersebut.

Adapun pengguna akun Twitter @Pep3ng yang membagikan pengalamannya setelah berhasil mencetak seluruh emas Tamasia miliknya dengan harga cetak yang masih normal.

Sebagai informasi, harga emas cetak di aplikasi Tamasia kini naik tajam yakni Rp 300.000 per gram per 17 Januari 2023 kemarin.

[Baca Juga: Emas Fisik vs Emas Digital: Ini Perbandingannya, Pilih Mana?]

5 Perusahaan Perdagangan Emas Tercatat Bappebti

Menanggapi isu aplikasi jual beli emas digital ini, Kepala Biro Pengembangan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Sanjaya mengatakan, pihaknya telah memberikan teguran kepada perusahaan tersebut.

“Karena PT belum mendapat izin dari Bappbebti, kami keluarkan teguran melalui aparat penegak hukum,” kata Tirta dikutip dari Antara. Kompas.comKamis (19/1/2023).

Tirta meminta PT Tamasia Global Syariah segera mendaftarkan diri ke Bappebti platform jual beli emas aman bagi masyarakat.

“Dan agar semua sistem platform dan tata niaga yang sesuai dengan regulasi dan diawasi dengan baik oleh pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, kata Tirta saat ini lima perusahaan jual beli emas digital yang terdaftar di Bappebti.

Lima perusahaan teratas adalah:

  1. PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)
  1. PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang)
  1. PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas)
  1. PT Jual Emas Indonesia (Jual Emas)
  1. PT Indogold McMoore Sejachtera (Indogold)

Strategi Pencegahan Penipuan Investasi

Demikian penjelasan saya kepada Finansialku terkait masalah aplikasi jual beli emas Tamasia yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen di situs jejaring sosial Twitter.

Keuangan saya juga ingin memberi tahu Anda tentang cara yang benar untuk berinvestasi emas sehingga Anda tidak menjadi korban penipuan investasi yang disamarkan sebagai emas.

Melalui eBuku Panduan Pemula untuk Berinvestasi EmasSahabat finansial akan belajar panduan lengkap investasi emas, ciri-cirinya dan cara jual beli emas.

EBuku GRATIS, Panduan Pemula untuk Berinvestasi Emas

Sahabat keuangan juga bisa mendapatkan informasi harga emas terbaru melalui Harga Emas Hari Ini. Mungkin berguna…

Apa pendapat teman keuangan saya tentang informasi kali ini? Tulis di kolom komentar ya?

Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda yang ingin berinvestasi emas agar lebih berhati-hati. Terima kasih!

Editor: Ismyuli Tri Retno

Sumber referensi:

  • Mentari Pushpadini. 19 Januari 2023 Berengsek! Satgas OJK menegaskan Tamasia yang konyol. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3ZPCw3J
  • Silke Febrina Lausereno. 19 Januari 2023 3 Fakta Penyerangan Tamasia Pengguna terpaksa menjual emas murah. Detik.com – https://bit.ly/400hnUK
  • Haryanti Pushpa Sari. 19 Januari 2023 Netizen Keluhkan Aplikasi Tamasia, Bappebti: Perusahaan Tidak Punya Izin. com – https://bit.ly/3QS7oMU




https://storyforgeproductions.com

Baca juga:   10+ Aplikasi Edit Foto Instagram Android: Terbaik 2022