Silicon Valley Bank di Amerika Serikat ambruk. Hal ini berbuntut pada penyitaan aset bank oleh otoritas keuangan Amerika Serikat pada Jumat (10/03). Kolapsnya lembaga ini menjadi kegagalan perbankan terbesar kedua di Negeri Paman Sam.

Lalu, apa penyebab runtuhnya lembaga keuangan ini? Simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut!

 

Silicon Valley Bank Bangkrut Hanya dalam Waktu 48 Jam!

Per 10 Maret 2023, regulator keuangan California secara resmi menutup operasional serta layanan Silicon Valley Bank.

Langkah tersebut ditempuh setelah perusahaan yang sempat menjadi salah satu bank terbesar di Amerika ini bangkrut dalam 48 jam.

Melansir laman CNBC, kasus ini menjadi kegagalan perbankan terbesar di Amerika setelah krisis keuangan 2008 dan terbesar kedua sepanjang sejarah negara tersebut.

 

Penyebab Kolapsnya Bank Ini

Jatuhnya Silicon Valley Bank disebabkan oleh dua faktor, yakni dislokasi dan kenaikan suku bunga The Fed.

Dislokasi terjadi ketika klien pemula menarik simpanan mereka untuk bertahan. Kondisi tersebut membuat lembaga keuangan ini merasa kehilangan modal. Sehingga harus menjual obligasi yang ada dengan kerugian US$1,8 miliar.

Pada Kamis lalu, penarikan deposit di lembaga tersebut mencapai puncaknya, menyusul kolapsnya Bank Silvergate yang fokus pada kripto.

Saat itu, nasabah Silicon Valley Bank menarik dana sampai US$42 miliar. Sehingga, di hari yang sama, saldo kas Silicon Valley Bank ditutup di nilai negatif US$958 juta dan gagal mendapat jaminan yang cukup.

Sementara itu, mengutip Reuters (12/03), bahwa masalah di tubuh lembaga keuangan ini juga karena kenaikan suku bunga agresif The Fed setahun belakangan. Bank membuat surat utang jangka panjang berisiko rendah ketika suku bunga mendekati nol.

Kemudian, nilai asetnya terjun bebas ketika The Fed menaikkan suku bunga untuk menghalau inflasi sehingga bank merugi.

Janet Yellen, Menteri Keuangan Amerika Serikat, turun tangan dalam masalah kebangkrutan Silicon Valley Bank. Dia memanggil beberapa regulator keuangan untuk berdiskusi terkait situasi yang tengah berlangsung.

 

Kronologis Bangkrutnya Silicon Valley Bank

Runtuhnya Silicon Valley Bank membuat Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) memasukkan perusahaan ini di bawah kendali mereka.

Di Amerika, lembaga tersebut adalah pihak yang berwenang melikuidasi aset bank untuk mengembalikan dana nasabah.

Rabu lalu (08/03), keruntuhan Silicon Valley Bank mulai terdeteksi. Saat itu, saham senilai US$2,5 miliar diterbitkan untuk menopang neraca keuangan.

Kondisi ini membuat panik perusahaan dana ventura. Sehingga, mereka ramai-ramai menarik dana dari lembaga ini.

Kondisi belum membaik sampai Kamis (09/03), di mana saham perusahaan mulai jatuh dan menimbulkan efek domino untuk bank lain. Sehari setelahnya Jumat (10/03), saham dihentikan lantaran Silicon Valley Bank gagal meningkatkan modal.

Wally Adeyemo, Wakil Menteri Keuangan Amerika Serikat, meyakinkan publik terkait sistem perbankan pasca runtuhnya Silicon Valley.

“Regulator federal memperhatikan lembaga keuangan khusus ini dan ketika kami berpikir tentang sistem keuangan yang lebih luas, kami sangat yakin dengan kemampuan dan ketahanan sistem,” ungkapnya ke CNN, Jumat lalu (10/03).

 

Nasib Uang Nasabah Sebesar Rp2.712 Triliun Masih Misteri

Kondisi Silicon Valley Bank yang memburuk membuat nasabah khawatir dengan dana mereka. Pasalnya, lembaga tersebut punya “utang” Rp2.712 triliun kepada nasabah.

Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) memastikan nasabah yang memiliki asuransi akan mendapatkan kembali uangnya.

Mereka bisa mengakses dana yang tersimpan, paling lambat Senin pagi, 13 Maret 2023. Untuk mengakomodasinya, Kantor Cabang Silicon Valley Bank akan dibuka di bawah kendali FDIC.

Asuransi standar yang FDIC tanggung adalah US$250 ribu per deposan per bank per akun.

Nasabah yang memiliki dana lebih dari US250 ribu ditentukan dengan uang yang FDIC peroleh usai menjual aset bank atau jika bank lain mengambil alih aset yang tersisa.

Sementara itu, menurut FDIC, 89% simpanan di Silicon Valley Bank tidak diasuransikan pada akhir 2022. Dana yang berada di luar asuransi akan diputuskan kemudian.

[Baca Juga: 10 Bank Asing di Indonesia yang Terbaik & Paling Populer, Terbaru!]

 

Karyawan Bank Sempat Terima Bonus

Sebelum regulator menyita bank, kabarnya karyawan Silicon Valley Bank menerima bonus tambahan, atas kinerja mereka sepanjang 2022. Karyawan menerima bonus di detik terakhir sebelum FDIC menyita bank tersebut.

Dalam video berdurasi dua menit yang beredar, terlihat CEO Silicon Valley Bank berbicara kepada karyawan bahwa pihaknya tidak lagi bisa membuat keputusan di perusahaan.

Selanjutnya, usai penyitaan, FDIC menawarkan 45 hari kerja ke karyawan Silicon Valley Bank.

Lembaga tersebut memberi kesempatan kepada 8,528 karyawan (per Desember 2022) agar bisa menyelesaikan kewajiban terakhir sekaligus memberi waktu agar bisa mendapat pekerjaan baru.

 

Saham Silicon Valley Bank Ambruk

Saham Silicon Valley Bank hancur dalam hitungan hari. Kamis malam, beberapa pelanggan bank menerima email bahwa bank bekerja seperti biasa. Padahal, faktanya, sampai hari Jumat (10/03), harga saham perusahaan terus merosot.

Akhirnya, bank memutuskan menghentikan penjualan. Mereka berbalik mencari pembeli. Sayangnya, upaya itu gagal.

 

Profil Singkat Silicon Valley Bank

Silicon Valley Bank adalah bank swasta yang berdiri pada 1983 oleh Roger V Smith.

Bank ini menyediakan layanan penuh, seperti simpanan dan pinjaman, manajemen treasury, perbankan internasional, valuta asing, perbankan online, pembiayaan perdagangan, dan sebagainya.

Bank ini punya peran dalam mendorong sektor teknologi. Sebelum kolaps, Silicon Valley adalah 16 besar bank terbesar di Amerika Serikat.

Berikut adalah daftar kinerja Silicon Valley Bank sejak 2019:

 

#1 Tahun 2019

  • Mengakuisisi bank investasi kesehatan Leerink Partners
  • Membuka Pusat Pengiriman Global di India
  • Membuka kantor di Denmark

 

#2 Tahun 2020

  • Mengakuisisi Bisnis Investasi Utang WestRiver Group
  • Merayakan 10thAnnual Tech Gives Back week of community service

 

#3 Tahun 2021

  • Mengakuisisi Boston Private
  • Mengumumkan US$ 11,2 miliar untuk rencana manfaat masyarakat lima tahun
  • Meluncurkan Nasdaq Private Market bersama Nasdaq, Citi, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley
  • Meluncurkan praktik perbankan investasi teknologi
  • Mengakuisisi firma riset ekuitas MoffettNathanson

 

#4 Tahun 2022

  • Mengumumkan komitmen untuk menyediakan US$ 5 miliar dalam keuangan berkelanjutan
  • Menetapkan tujuan untuk mencapai operasi netral karbon pada 2025
  • Kay Matthews menjadi ketua dewan direksi Silicon Valley Bank

[Baca Juga: Pos Indonesia dan Ditjen Pajak Jalin Kerja Sama, Gejot Target Penjualan dan Sosialisasi E-Meterai]

 

Apakah Bank di Indonesia Juga Terdampak?

Kebangkrutan Silicon Valley Bank menimbulkan kekhawatiran beberapa pihak, termasuk nasabah bank di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Perbankan David E Sumual, mengatakan bahwa perbankan di Indonesia tidak akan terdampak oleh kondisi di Amerika.

“Jadi kalau saya perhatikan sih sejauh ini dampaknya relatif tidak signifikan ya untuk Indonesia,” ungkapnya kemarin (12/03).

 

Menurutnya, Indonesia cakap mengelola krisis lantaran belajar dari peristiwa 1997 – 1998, krisis global 2008, dan pandemi.

Sementara itu, dari sisi capital market, menurut David, Indonesia akan sedikit terdampak kasus lembaga keuangan ini.

“Mungkin akan ada dampak sedikit ke capital market tetapi mungkin juga ini bukan hanya Indonesia, tapi regional mungkin ada pengaruh. Jadi ini hanya terbatas, sangat isolated, terisolasi ya. Kondisinya memang di satu bank kecil di Amerika sana ya,” lanjutnya.

 

David meminta agar masyarakat tidak khawatir. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara dengan permodalan perbankan tertinggi, yakni 25%. Nilai tersebut cukup untuk mendukung perekonomian.

 

Apa yang Harus Dilakukan Nasabah Apabila Bank Bangkrut?

Tak hanya di Amerika, di Indonesia juga marak kasus bank tutup. Sejak 2006, ada sekitar 100 bank yang dilikuidasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS merupakan lembaga independen yang berdiri pada 2005 untuk memberikan jaminan kepada nasabah yang memiliki tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, atau bentuk lain yang setara.

Jika sebuah bank bangkrut, nasabah tidak perlu khawatir selama bank tersebut berada di bawah LPS. Sebab, dana akan dikembalikan.

Berikut adalah simpanan yang dijamin LPS:

  1. Simpanan yang dijamin sampai dengan Rp2 miliar. Jika seseorang memiliki beberapa rekening dan masing-masing berisi Rp2 miliar, maka dia mendapat semua uang di rekening secara penuh.
  1. LPS akan membayar pokok plus bunga simpanan (bank konvensional) atau pokok juga dengan bagi hasil (bank syariah).

 

Cara Pengajuan Klaim ke LPS

Berdasarkan keterangan dari website resmi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ada beberapa tahapan klaim yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  1. LPS akan menyampaikan pengumuman seputar pembayaran penjaminan simpanan layak bayar pada website LPS dan kantor bank yang dicabut izin usahanya.
  2. Anda selaku nasabah dapat mengecek status simpanannya melalui Aplikasi Simpanan Layak Bayar di www.lps.go.id
  3. Jika simpanan nasabah dinyatakan layak bayar, maka Anda bisa membawa beberapa dokumen berikut:
    • Identitas diri (KTP/SIM/Paspor) dalam bentuk asli dan copy.
    • Bukti kepemilikian rekening simpanan (buku tabungan, biyet deposito, bukti giro) dalam bentuk asli dan copy
    •  Untuk nasabah yang berbentuk organisasi atau perusahaan, sertakan anggaran dasar serta susunan pengurus dalam bentuk asli dan copy.
    • Dokumen/data lainnya yang mungkin diperlukan bank pembayar sebagai dokumen/data pendukung pembayaran, di antaranya:
      • Informasi tertulis dari pengurus organisasi/perusahaan perihal nomor rekening tujuan transfer bagi nasabah organisasi/perusahaan
      • Menyertakan surat kuasa dan bukti identitas diri penerima kuasa baik bentuk asli dan copy (jika dikuasakan)
      • Surat keterangan domisili (jika pindah alamat)
      • Mengisi dan menyerahkan formulir pernyataan Nasabah sesuai peruntukannya
      • Menyerahkan surat keterangan/pernyataan dari pihak lain sebagai bukti pendukung dalam rangka pembayaran

 

[Baca Juga: LPS Kembali Naikkan Suku Bunga Penjamin, Apa Alasannya?]

 

Menyimpan Uang di Bank Berasuransi

Kasus bangkrutnya Silicon Valley Bank memengaruhi opini publik tentang perbankan. Beberapa orang takut menyimpan uang di lembaga keuangan tersebut.

Sebenarnya, publik tidak perlu khawatir menabung di bank selama dijamin LPS. Sebab, lembaga independen ini akan menjamin uang nasabah sampai nominal tertentu.

Alih-alih menabung, Anda juga bisa berinvestasi untuk meningkatkan aset. Agar lebih mudah, silakan baca ebook Panduan Praktis Menuju Investasi yang Sukses.

Setelah membaca, ada akan menguasai konsep investasi, jenis-jenisnya, serta perbedaannya dengan trading atau spekulasi.

Selain itu, kamu juga bisa meminta advice dari Perencana Keuangan Finansialku, untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi.

Klik banner di bawah ini untuk buat janji konsultasinya, ya.

 

Demikian penjelasan tentang Silicon Valley Bank yang kolaps. Setelah paham, mari bagikan artikel ini ke rekan dan kerabat agar sama-sama mengetahui informasinya Terima kasih!

 

Editor: Ismyuli Tri Retno

Sumber Referensi:

  • Admin. 05 Februari 2020. Santuy Saja! Ikuti Langkah dari LPS Ini Jika Bank Tempat Anda Nabung Bangkrut. Cermati.com – https://bit.ly/3T7d6fb
  • Admin. 12 Maret 2023. Kronologi Sili con Valley Bank Kolaps, Duit Nasabah Rp2.712 T Tak Jelas. Cnnindonesia.Com –https://bit.ly/3J9b4GJ
  • Admin. 12 Maret 2023. Nasib Tak Jelas Rp2.712 T Milik Nasabah SVB yang Kolaps. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/3l2h6B3
  • Agustiani Melani. 12 Maret 2023. Karyawan Silicon Val ley Bank Terima Bonus Sebelum Kolaps. Liputan6.com – https://bit.ly/3Jf9RNU
  • Agustiani Melani. 12 Maret 2023. Kronologi Silicon Valley Bank Kolaps dalam Waktu 48 Jam, Kegagalan Terbesar Sejak Krisis 2008. Liputan6.com – https://bit.ly/3JvU1zX
  • Asahi Asry Larasati. 12 Maret 2023. Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok Silicon Vall ey Bank (SVB) Kolaps dalam 48 Jam. Ekonomi.Bisnis.Com – https://bit.ly/3l4kDii
  • Aqmarul. 12 Maret 2023. Silicon Val ley Bank Amerika Serikat Runtuh, Pengamat sebut Perbankan Indonesia Tak Terdampak. Tvonenews.com – https://bit.ly/3JBiyDY
  • Desy Setyowati. 12 Maret 2023. Profil Silicon Val ley Bank, Andalan Startup Markas Google yang Kolaps. Katadat.co.id –https://bit.ly/3ZFVNnD
  • Verda Nano Setiawan. 12 Maret 2023. Nahas! Silicon Valley Bank Bangkrut dalam 48 Jam Saja. cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3LdPYtr
  • Admin. Prosedur Pengajuan Klaim. Lps.go.id – https://bit.ly/3JenPj5

 




https://storyforgeproductions.com

Baca juga:   Makin Bengkak! Apa Penyebab GoTo Terus Rugi?