Menteri Keuangan Shri Mulyani menganggap pensiun PNS sebagai beban negara. Lalu apa yang terjadi pada Pensiun DPR?

Lihatlah jumlah yang fantastis di salah satu artikel keuangan saya ini!

Kontroversi seputar uang pensiun

Beberapa waktu lalu, kata-kata Menteri Keuangan Shri Mulyani itu ramai diperbincangkan publik.

Ia menilai uang pensiun pegawai negeri sipil (PNS) dan aparatur sipil negara (PJPK) menjadi beban negara.

Karena untuk membiayai seluruh ASN dan PNS saat pensiun, negara harus mengalokasikan anggaran Rp 2.800 triliun.

Menurut Sri Mulyani, pembahasan meluas ke Pensiun DPR yang juga secara otomatis menjadi tanggung jawab negara.

Dalam kaitan ini, setiap anggota DPR akan menerima pensiun seumur hidup, meski hanya bekerja 5 tahun.

Jadi, tidak diragukan lagi, pensiun ini merupakan salah satu beban keuangan publik dalam jangka panjang.

Apalagi uang itu akan terus dibayarkan oleh negara bahkan setelah kematian pekerja yang bersangkutan.

“Yang terjadi sekarang, ASN, TNI, Polri benar-benar menggalang dana di Taspen dan Asabri, tetapi mereka tidak pernah membayar pensiun mereka, mereka membayar seluruh anggaran negara.” Kata Sri Mulyani, mengutip laman nasional.kompas.com, Jumat (9/2).

Lusius Karus, Ketua Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), juga menyayangkan hal tersebut.

“Saya kira ironis ini ketentuan dana pensiun DPR. Mereka yang hanya menjabat 1 kali masa jabatan akan mendapatkan pensiun yang sama dengan ASN yang telah bekerja puluhan tahun. Ini benar-benar tidak adil.” Dia melaporkan ini dengan tautan ke halaman yang sama.

Ditambahkannya, akan menjadi beban besar jika pemerintah tidak segera mencari solusi.

“Seiring waktu, mereka akan semakin menumpuk, dan negara harus terus bertanggung jawab atas pembayaran dana pensiun mereka.” dia melanjutkan.

[Baca Juga: Aturan Baru Persiapan Pensiun Bagi PNS Juga Pegawai Swasta]

Besaran pensiun DPR

Sebagai informasi, aturan mengenai pensiun DPR tertuang dalam UU No. 12 Tahun 1980 tentang hak keuangan/administrasi pimpinan dan anggota perguruan tinggi negara/perguruan tinggi, serta mantan pimpinan perguruan tinggi/tinggi negara dan mantan anggota perguruan tinggi negara.

Peraturan tersebut mengatakan bahwa:

Anggota DNR yang telah menyelesaikan masa jabatannya atau pensiun dengan terhormat berhak atas pensiun mulai bulan berikutnya pada saat yang bersangkutan pensiun dengan terhormat..

DPR ditentukan berdasarkan lamanya masa jabatan. Dalam hal ini, ketentuan pensiun berlaku seumur hidup atau sampai meninggalnya yang bersangkutan.

Pada saat yang sama, besaran pensiun DPR adalah 1% dari dasar pensiun dasar untuk setiap bulan masa jabatan.

ketentuan, minimal 6% dan maksimal 75% dari pensiun dasar.

Sedangkan berdasarkan surat Menteri Keuangan no. S-520/MK.02/2016 dan Surat Edaran Sekretariat Jenderal DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 adalah:

  • Anggota DPR yang juga ketua: Rp 3.020.000 yang 60% dari gaji pokok, Rp 5.040.000 per bulan.
  • Anggota DPR yang juga Wakil Ketua: Rp 2.770.000 yang merupakan 60% dari gaji pokoknya, Rp 4.620.000 per bulan.
  • Jabatan non-gabungan Anggota DPR: Rp 2.520.000 yang 60% dari gaji pokok, Rp 4.200.000 per bulan.

Asal tahu saja, jumlah tersebut belum termasuk Tabungan Hari Tua (THT) yang mereka terima setelah pensiun.

Iqbal Latanro, Direktur Utama PT Taspen, mengatakan anggota DNR dengan dana pensiun Rs 3.200.000 akan menerima Rs 15.000.000.

“Untuk anggota DPR satu periode, pensiunnya 3,2 juta rubel. Uang THT sekitar 15 juta rupiah.” Dia mengatakan ini, mengutip halaman money.compas.comJumat (09.02).

[Baca Juga: Batas Usia Pensiun Menurut UU Adalah 57 Tahun, Cek Kebenarannya!]

Wacana penggantian skema

Menanggapi hal itu, banyak yang tidak setuju dengan skema penyaluran dana pensiun di DNR.

Di sisi lain, pemerintah sudah berencana mengubah pola distribusi. Salah satu yang setuju adalah Tauhid Ahmad, direktur INDEF.

Ia mengatakan, seharusnya wakil rakyat tidak menerima pensiun.

“Setelah akhir masa jabatannya, haknya, yang dipotong (untuk pensiunan) dari upahnya, ditempatkan di akhir. Karena jika mereka memberikan pensiun perlu untuk memperbaharuinya. Ubah saja menjadi hadiah di akhir masa jabatannya.” Dia mengatakan ini, mengutip halaman cnbcindonesia.comJumat (9/2).

Pendapat senada juga disampaikan Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010. Muhammad Said Didu.

“ASN masuk di usia 25, pensiun pada usia 60, membayar iuran pada usia 35, mendapat pensiun hanya 10 tahun. DPR masuk usia 35 tahun, bekerja 5 tahun (pensiun 40 tahun), membayar iuran hanya 5 tahun, dan menerima pensiun selama 30 tahun.” Tulis di dorongan di akun Twitter pribadi Anda.

[Baca Juga: 4 Jenis Manfaat Pensiun di Indonesia]

tunjangan DPR

Isu pensiun DPR yang saat ini sedang dibahas belum juga terselesaikan, namun aspek lain juga sedang dibicarakan oleh publik.

Tunjangan DPR ini ternyata cukup besar dan menjadi rahasia umum. Bahkan, jumlah tersebut melebihi gaji pokok yang mereka terima.

halaman awal katadata.co.idAnggota DPR menerima bonus bulanan berupa:

  • Manfaat tergantung pada posisi;
  • cadangan batas kredit;

Informasi detail tentang izin DPR

Dari sejumlah manfaat yang diterima DPR, kira-kira berapa? Berikut rinciannya!

  1. Tunjangan beras: Rp 30.090 per orang per bulan.
  1. Tunjangan Anggota Asisten : Rp 2.250.000.
  1. Keringanan Pajak Penghasilan Pasal 21: Rs 2.699.813.
  1. Biaya/Subsidi Pengadilan: Rp 2.000.000.
  1. Tunjangan istri sebesar 10% dari gaji pokok, dengan rincian:
    • Anggota DPR ketua paruh waktu: Rp504.000 per bulan.
    • Anggota DPR paruh waktu Wakil Ketua: Rp 462.000 per bulan.
    • Anggota DPR: Rp 420.000 per bulan.
  1. Tunjangan untuk dua orang anak 2% dari gaji pokok, dengan rincian:
    • Anggota DPR paruh waktu: Rp 201.600 per bulan.
    • Anggota DPR paruh waktu Wakil Ketua: Rp 184.000 per bulan.
    • Anggota DPR: Rp 168.000 per bulan.
  1. Tunjangan jabatan, dengan rincian:
    • Anggota DPR paruh waktu: Rp 18.900.000 per bulan.
    • Anggota DPR paruh waktu Wakil Ketua: Rp 15.600.000 per bulan.
    • Anggota DPR: Rp 9.700.000 per bulan.
  1. Honorable Mention dengan rincian:
    • Anggota DPR ketua paruh waktu: Rp 6.690.000 per bulan.
    • Anggota paruh waktu Wakil Ketua DPR: Rp 6.450.000 per bulan.
    • Anggota DPR: Rp 5.580.000 per bulan.
  1. Panduan komunikasi, dengan rincian:
    • Anggota DPR paruh waktu: Rp 16.468.000 per bulan.
    • Anggota DPR merangkap Wakil Ketua: Rp 16.009.000 per bulan.
    • Anggota DPR: Rp 15.554.000 per bulan.
  1. Panduan komunikasi, dengan rincian:
    • Anggota DPR Paruh Waktu: Rp 5.250.000 per bulan.
    • Anggota paruh waktu Wakil Ketua DPR: Rp 4.500.000 per bulan.
    • Anggota DPR: Rp 3.750.000 per bulan.
  1. Bantuan listrik dan telepon: Rp 7.700.000 per bulan.
  1. Biaya perjalanan harian dengan rincian:
    • Per diem level I: Rp 5.000.000 per hari.
    • Tunjangan harian Tier II: Rp 4.000.000 per hari.
    • Biaya Perwakilan Daerah Tingkat 1: Rp 4.000.000 per hari.
    • Biaya perwakilan daerah tingkat II: Rp 3.000.000 per hari.

Harap dicatat bahwa ini tidak termasuk dalam cara lain bagaimana:

  • Ruang Kantor Rumah (RJA) Kalibata, Jakarta Selatan Rs 3.000.000 per tahun
  • Jasa pembangunan gedung perkantoran Ulujami di Jakarta Barat sebesar Rp 5.000.000 per tahun.
  • Tunjangan pensiun untuk beras Rs 30.900 per bulan.

Jika ya, berapa per bulannya?

Bagi DPR yang masih aktif menjabat, Kira-kira berapa gaji yang mereka terima per bulan?

Di bawah ini adalah gaji non-ketua/wakil ketua anggota DPR, dengan syarat anggota parlemen tidak melakukan perjalanan harian pada bulan ini.

Sebagai acuan, gaji pokok anggota DPR berdasarkan Surat Edaran Sekretariat Jenderal DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 dan Surat Menteri Keuangan No. S-520/MK.02/2015, adalah 4.200.000 rupiah.

Jadi, besarnya “gaji” yang mereka terima per bulan, di luar tunjangan harian, adalah:

Perkiraan gaji anggota DPR setiap bulan

Jadi, menurut perkiraan kasar, besaran gaji plus tunjangan pokok yang diterima anggota DPR setiap bulannya sekitar. Rs 61.426.173.

[Baca Juga: 5 Hal Tersulit Saat Pensiun Nanti, yang Dipikirkan oleh Banyak Orang]

Siap pensiun?

Teman keuangan saya, sekarang Anda tahu Benar besarnya pensiun para wakil rakyat, yang akan mereka terima dalam melaksanakan “tugas-tugas publik” mereka?

Meski angkanya benar-benar fantastis, apalagi gaji yang diterima setiap bulannya cukup besar. Ini bukan berarti Anda tidak perlu merencanakan matang-matang untuk mempersiapkan masa pensiun nanti.

Karena gaji yang besar tidak menjamin keamanan finansial di masa depan. Meski gajinya tergolong pas-pasan, bukan berarti Anda akan mengalami masalah keuangan di kemudian hari.

Berapapun pendapatan yang kita terima, penting untuk merencanakan dana pensiun agar kehidupan di hari tua bahagia dan sejahtera.

Tetapi, di mana untuk memulai? Lalu dana pensiun mana yang harus saya siapkan?

Saat ini, jawab semuanya. Teman keuangan saya sudah cukup unduh e-book Gratis Panduan praktis menuju masa pensiun yang bahagia, sejahtera dan sehat.

buku Elektronik Ini sangat cocok bagi Anda yang ingin pensiun bahagia, sejahtera dan sehat. Anda juga perlu memahami cara menyiapkan dana pensiun, sangat lengkap bukan?

Ayo, Apa yang kamu tunggu? Klik spanduk di bawah untuk unduh e-book-miliknya.

E-book Banner Advertising Panduan Praktis Pensiun Bahagia, Sejahtera dan Sehat (Dana Hari Tua) Online
E-book tentang iklan banner.  Panduan Praktis Pensiun Bahagia, Sejahtera dan Sehat (Dana Hari Tua) HP

Anda juga dapat berdiskusi lebih lanjut dengan spesialis, perencana keuangan Keuangan saya dengan menghubungi whatsapp untuk membuat janji. Mungkin bisa membantu…

Lalu bagaimana menurutmu? Sampaikan lewat kolom komentar, ya!

Jangan lupa bagikan informasi ini ke teman atau keluarga kamu melalui platform media sosial yang tersedia di bawah ini, ya!

Editor: Ismyuli Tri Retno

Sumber referensi:

  • Dwi Latifatul Fajri. 24 Januari 2022 Berikut rincian gaji DPR dan Tunjangan bulanan. Catdata.co.id – https://bit.ly/3exrkpm
  • Aryo Putranto Saptohutomo. 02 Februari 2022 Uang pensiun DPR yang diterima seumur hidup dianggap tidak adil. National.kompas.com – https://bit.ly/3KWqJJY
  • Adinda Putri yang cantik. 02 September 2022 Jring! Banyak usulan pengunduran diri anggota DNR akan dihapus. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3Bpt793
  • Nur Jamal Syaid. 02 September 2022 Perhatikan jumlah pensiun Diterima oleh deputi. Money.kompas.com – https://bit.ly/3QoPJe6
  • Adinda Putri yang cantik. 22 September 2022 Lakukan Ngangga! Ini berapa uang pensiun yang diterima anggota DPR. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3exqPvx




https://storyforgeproductions.com

Baca juga:   Cara Cek Nama Penerima BLT BBM, Ternyata Mudah dan Praktis!